| Jalan Asia Afrika Di Malam Hari Dilihat dari Balkon Hotel Savoy Homan |
Ketika melewati Jalan
Asia Afrika di Bandung sekarang, yang teringat pertama kali adalah
Konferensi Asia Afrika. Jalan ini memang menyimpan sejarah. Bahkan
hingga saat ini gedung-gedung bergaya art deco masih berdiri kokoh dan
menjadi kebanggan kota Bandung. Jalanan ini tidak pernah sepi dengan
orang-orang yang mengabadikan keindahan gedung dengan menggunakan
kamera. Setiap saat bisa kita jumpai berbagai sesi pemotretan, baik itu
untuk komersial atau pun hanya sekedar untuk narsis belaka.
Dulunya jalan Asia
Afrika merupakan kawasan Groote Postweg. Yaitu pusat kota yang merupakan
tempat berkumpulnya para pemilik kebun di sekitar bandung. Mereka
menghabiskan waktu di sana untuk melancong dan tentu saja menginap,
sehingga tidak heran kalau ada beberapa hotel berbintang yang hingga
kini masih dijaga keasliannya. Sebut saja Hotel Grand Preanger juga
Hotel Savoy Homan.
Hotel Grand Preanger
telah ada di Bandung sejak 1889. Hotel ini didirikan oleh seorang
Belanda yaitu Van Deterkom. Pada tahun 1929 hotel ini direnovasi dengan
arsitek Ir. Soekarno.
Tidak jauh dari hotel
Grand Preanger bisa kita temui Hotel Savoy Homan. Bangunan ini berdiri
sejak 1880. Awalnya bangunan ini merupakan bangunan bambu kemudian
direkonstruksi dengan gaya neogothik romantik. Hotel ini awalnya adalah
milik keluarga Homan dari Jerman. Pada tahun 1939 hotel ini di design
ulang dengan gaya streamline oleh A.F.Aalbers. Di hotel inilah para
pemimpin bangsa-bangsa di Asia Afrika menginap ketika menghadiri
konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955. Dinding di dalam hotel ini
menyerupai galeri foto. DI sini terdapat foto-foto bersejarah yang
ditata rapi dalam pigura yang ditempel pada dinding di lorong hotel.
| Steak Domba, salah satu sajian khas Hotel Savoy Homan Bandung |
Tidak jauh dari hotel
Grand Preanger kita bisa menemui tanda 0 km kota Bandung. Tanda ini pada
jaman dahulu diberikan oleh Gubernur Jendral Daendels, tepatnya pada
tahun 1811. Di tempat ini juga terdapat mesin giling kuno pembuat jalan
yang bernama stoomwhols.
Persis di depan hotel
Savoy Homan kita bisa menemukan kantor koran Pikiran Rakyat (PR). Di
sini terdapat monumen yang terdapat mesin cetak koran kuno. Tak jauh
dari sini kita akan sampai di gedung Merdeka. Di sinilah konferensi Asia
Afrika 18-24 April 1955 dulu berlangsung. Sebelumnya gedung ini bernama
Societa Concordia yang berdiri sejak 1895. Di sinilah para elite
Belanda berkumpul untuk sekedar ngobrol dan minum kopi.
Hingga saat ini gedung
merdeka sudah mengalami beberapa kali renovasi. Pada jaman penjajahan
Jepang, gedung Merdeka ini digunakan sebagai pusat kebdayaan Jepang dan
diberi nama Dai Toa Kaikan. Pada tahun 1953 Gedung Merdeka pernah juga
digunakan untuk Konferensi Internasional World Health Information.

















0 komentar: